Skip to content

Tentang Kita

Seputar Informasi dan Rekomendasi

Menu
  • Home
  • Tentang Kita
  • Hubungi Kita
Menu
Bukan Sekadar Rekrut Orang, Ini Cara Human Resource Hiring yang Dipakai Perusahaan Besar

Bukan Sekadar Rekrut Orang, Ini Cara Human Resource Hiring yang Dipakai Perusahaan Besar

Posted on Thursday, 12 February 2026 by ArgaPati

Di tengah persaingan bisnis yang makin ketat, banyak perusahaan mulai sadar bahwa kunci pertumbuhan bukan cuma ada di produk atau strategi marketing. Faktor terpenting justru ada pada orang-orang di dalamnya. Karena itu, proses human resource hiring tidak lagi sekadar “isi posisi kosong”, tapi menjadi strategi jangka panjang untuk membangun tim yang solid dan kompetitif.

Perusahaan besar memahami satu hal penting: salah rekrut satu orang saja bisa berdampak pada performa tim, budaya kerja, bahkan kerugian finansial. Maka dari itu, mereka menerapkan strategi hiring yang lebih terstruktur, berbasis data, dan selaras dengan visi perusahaan.

Lalu, seperti apa cara hiring yang biasa dipakai perusahaan besar? Berikut penjelasannya.

Bukan Sekadar Rekrut Orang, Ini Cara Human Resource Hiring yang Dipakai Perusahaan Besar

1. Mulai dari Perencanaan, Bukan Kebutuhan Mendadak

Perusahaan besar jarang melakukan rekrutmen secara dadakan. Mereka punya manpower planning atau perencanaan kebutuhan SDM jangka pendek dan panjang.

Artinya, sebelum membuka lowongan, HR dan manajemen sudah berdiskusi:

  • Posisi apa yang benar-benar dibutuhkan?
  • Skill apa yang harus dimiliki?
  • Bagaimana peran ini mendukung target bisnis?

Dengan perencanaan yang matang, proses hiring jadi lebih tepat sasaran dan tidak sekadar “yang penting ada orangnya”.

2. Menentukan Kriteria yang Jelas dan Terukur

Kesalahan umum dalam hiring adalah kriteria yang terlalu umum, misalnya “rajin”, “komunikatif”, atau “bisa bekerja dalam tim”. Perusahaan besar mengubahnya menjadi indikator yang lebih terukur.

Contohnya:

  • Pengalaman minimal 3 tahun di bidang tertentu.
  • Pernah mengelola proyek dengan nilai tertentu.
  • Menguasai tools spesifik (CRM, HRIS, software akuntansi, dan lain-lain).

Selain hard skill, mereka juga menilai culture fit. Karena sehebat apa pun kandidatnya, kalau tidak cocok dengan budaya kerja perusahaan, hasilnya tidak akan maksimal.

3. Menggunakan Employer Branding yang Kuat

Perusahaan besar tidak hanya “mencari kandidat”, tapi juga membuat kandidat ingin bergabung. Di sinilah pentingnya employer branding.

Mereka aktif membangun citra sebagai tempat kerja yang:

  • Punya jenjang karier jelas
  • Lingkungan kerja suportif
  • Benefit kompetitif
  • Budaya kerja yang sehat

Dengan employer branding yang baik, proses hiring jadi lebih mudah karena kandidat berkualitas datang dengan sendirinya.

4. Memanfaatkan Data dan Teknologi

Saat ini, hiring tidak lagi dilakukan secara manual sepenuhnya. Banyak perusahaan besar menggunakan:

  • Applicant Tracking System (ATS)
  • Psikotes online
  • Assessment berbasis kompetensi
  • Analisis data performa karyawan

Dengan teknologi ini, HR bisa menyaring ratusan bahkan ribuan CV dengan lebih cepat dan objektif. Keputusan rekrutmen pun tidak lagi hanya berdasarkan intuisi, tetapi juga data.

5. Proses Interview yang Terstruktur

Perusahaan besar biasanya tidak hanya melakukan satu kali wawancara. Prosesnya bisa terdiri dari:

  1. Screening HR
  2. Interview user
  3. Tes teknis atau studi kasus
  4. Final interview dengan manajemen

Pertanyaan yang diajukan pun tidak asal. Mereka sering menggunakan metode behavioral interview, seperti:

  • “Ceritakan pengalaman saat Anda menghadapi konflik dalam tim.”
  • “Bagaimana cara Anda menyelesaikan target yang hampir gagal?”

Tujuannya untuk melihat pola pikir, cara mengambil keputusan, dan kemampuan problem solving kandidat.

6. Fokus pada Potensi, Bukan Hanya Pengalaman

Salah satu strategi penting yang dipakai perusahaan besar adalah melihat potensi jangka panjang. Tidak semua posisi harus diisi oleh kandidat paling senior.

Kadang, kandidat dengan pengalaman lebih sedikit tapi punya:

  • Kemampuan belajar cepat
  • Mental growth mindset
  • Adaptif terhadap perubahan

Justru lebih cocok untuk berkembang bersama perusahaan.

7. Onboarding yang Serius, Bukan Formalitas

Hiring tidak selesai saat kandidat menandatangani kontrak. Perusahaan besar sangat serius dalam proses onboarding.

Mereka memastikan:

  • Karyawan baru memahami visi dan misi perusahaan
  • Mendapat mentor atau buddy
  • Punya target yang jelas di 30–90 hari pertama

Onboarding yang baik meningkatkan retensi karyawan dan mempercepat adaptasi.

 

Kesimpulan

Human resource hiring bukan sekadar mengisi posisi kosong. Bagi perusahaan besar, hiring adalah investasi jangka panjang. Prosesnya dirancang dengan perencanaan matang, kriteria yang jelas, pemanfaatan teknologi, serta fokus pada potensi dan budaya kerja.

Jika bisnis Anda ingin berkembang lebih cepat dan berkelanjutan, maka strategi hiring juga harus naik level. Jangan hanya mencari orang yang “cukup bisa”, tapi carilah talenta yang benar-benar mampu membawa perusahaan ke tahap berikutnya.

Ingin membangun tim yang solid untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda? Percayakan kebutuhan event perusahaan dan pengembangan tim Anda bersama Watershore.

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Rekrut Orang, Ini Cara Human Resource Hiring yang Dipakai Perusahaan Besar
  • Blockchain Security sebagai Fondasi Keamanan Digital Modern
  • Transformasi Ruang Kerja: Mengusir Distraksi dengan Cerdas
  • 5 Tips Ampuh untuk Mencegah Hipotermia Saat Camping
  • Ruang Kerja Minimalis: Fokus Tanpa Gangguan di Era Modern

Categories

  • Agama
  • Bisnis
  • Desain
  • Fashion
  • Industri
  • Industri
  • Pendidikan
  • Properti
  • Tips
  • Wisata
© 2026 Tentang Kita | Powered by Superbs Personal Blog theme