Functional consultant menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam konfigurasi Odoo. Technical consultant membangun hal yang tidak bisa dicapai lewat konfigurasi, seperti kustomisasi kode, integrasi, dan migrasi data. Keduanya saling melengkapi, sehingga proyek ERP jarang berjalan mulus jika hanya mengandalkan salah satunya.
Dua Peran, Satu Tujuan yang Sama

Bayangkan proses membangun rumah. Arsitek menerjemahkan keinginan pemilik ke dalam denah, sedangkan tukang struktur memastikan bangunan itu kokoh berdiri. Posisi functional dan technical consultant dalam proyek Odoo kurang lebih seperti itu. Satu fokus pada kebutuhan, satu lagi pada fondasi teknisnya.
Tugas Functional Consultant di Lapangan
Functional consultant bekerja paling dekat dengan pengguna. Tugasnya menggali proses bisnis, menyusun kebutuhan, lalu mengatur modul Odoo agar sesuai alur kerja perusahaan. Aturan approval, hak akses, hingga laporan standar biasanya dibereskan di tahap ini. Pelatihan pengguna dan uji penerimaan juga menjadi bagiannya.
Dalam proyek toko ritel, misalnya, functional consultant menentukan cara kerja kasir, diskon, dan stok antar cabang. Hasil pemetaan itu menjadi acuan bagi tim teknis.
Wilayah Kerja Technical Consultant
Technical consultant masuk ketika konfigurasi standar tidak cukup. Odoo dibangun dengan Python dan PostgreSQL, sehingga kustomisasi modul membutuhkan kemampuan pemrograman. Selain itu, tim teknis menangani integrasi lewat API, migrasi data lama, dan performa server. Contohnya sambungan ke sistem kasir atau layanan pembayaran.
Peran ini juga mencakup pembaruan versi. Modul kustom perlu diuji ulang setiap kali Odoo berganti versi mayor. Tanpa penanganan teknis yang rapi, kustomisasi lama bisa tidak kompatibel.
Wilayah Abu-abu di Antara Keduanya
Di lapangan, batas kedua peran tidak selalu tegas. Konsultan Odoo di tim kecil kerap merangkap fungsi, misalnya mengatur modul sekaligus menulis skrip sederhana. Pada proyek besar, pembagian biasanya lebih tegas dan terdokumentasi. Perusahaan sebaiknya menanyakan pembagian ini sejak awal.
Beda Peran dalam Satu Tabel
Tabel berikut merangkum perbedaan yang paling sering menjadi bahan pertimbangan perusahaan.
|
Kriteria |
Functional Consultant |
Technical Consultant |
|
Fokus utama |
Proses bisnis dan konfigurasi modul |
Kode, integrasi, dan infrastruktur |
|
Keahlian inti |
Analisis kebutuhan, pemahaman alur operasional |
Python, PostgreSQL, API |
|
Hasil kerja |
Modul siap pakai, dokumen kebutuhan, pelatihan |
Modul kustom, migrasi data, koneksi sistem |
|
Lawan bicara |
Pengguna dan manajer divisi |
Tim IT dan pengembang |
Saat Salah Satu Peran Tidak Ada
Sebuah distributor ingin stok gudang tersambung ke toko online. Tanpa functional consultant, alur stok dan penjualan kerap tidak dipetakan dengan rapi. Tanpa technical consultant, sambungan ke toko online sering terhambat. Hasilnya, sistem hanya terpakai sebagian.
Skenario lain muncul pada migrasi data. Data pelanggan dari sistem lama kerap tidak seragam. Technical consultant membersihkan dan memindahkannya, sedangkan functional consultant memastikan hasilnya sesuai kebutuhan laporan.
Cara Mengecek Tim Konsultan Sebelum Kontrak
Vendor ERP biasanya menawarkan tim dengan komposisi berbeda-beda. Perusahaan perlu memastikan kedua peran tersedia dan jelas pembagian tanggung jawabnya. Pertanyaan yang tepat sejak awal mencegah salah paham di tengah proyek.
Beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:
- Minta daftar proyek Odoo sebelumnya beserta peran masing-masing konsultan.
- Tanyakan siapa yang menyusun dokumen kebutuhan sebelum konfigurasi dimulai.
- Pastikan kustomisasi didokumentasikan agar mudah dirawat setelah proyek selesai.
- Cek apakah konsultan Odoo pernah menangani industri yang serupa.
- Minta jadwal uji penerimaan pengguna yang melibatkan kedua peran.
Pertanyaan yang Sering Muncul
- Apakah satu orang bisa merangkap kedua peran?
Bisa pada proyek kecil, tetapi proyek yang lebih kompleks umumnya membutuhkan pembagian peran yang jelas.
- Peran mana yang dilibatkan lebih dulu dalam proyek?
Functional consultant biasanya masuk lebih awal untuk memetakan kebutuhan sebelum pekerjaan teknis dimulai.
- Apakah semua proyek Odoo membutuhkan kustomisasi kode?
Tidak, banyak kebutuhan bisnis bisa dipenuhi lewat konfigurasi standar tanpa menulis kode.
Arah Kebutuhan Konsultan ERP ke Depan
Kebutuhan akan kedua peran ini kemungkinan tetap relevan seiring ERP terhubung dengan makin banyak sistem lain. Bagi perusahaan yang menyusun kriteria vendor ERP, gambaran peran konsultan dapat dipelajari di www.i2cstudio.com. Situs tersebut milik i2C Studio, penyedia layanan implementasi Odoo. Kualitas tim konsultan ikut menentukan hasil proyek, selain fitur yang tersedia.
